Dairi-BelaNegaraNews| Mutasi jabatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi kembali menjadi sorotan publik setelah pelantikan pejabat struktural dan fungsional yang digelar di kawasan Taman Wisata Iman, Kabupaten Dairi, pada Jumat (27/2/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Dairi Vickner Sinaga.
Mutasi Direktur RSUD Sidikalang Jadi Sorotan Pemerhati Kesehatan
Kegiatan pengambilan sumpah jabatan itu merupakan bagian dari penyegaran birokrasi di lingkungan Pemkab Dairi. Sejumlah pejabat mengalami rotasi dan mutasi jabatan sebagai bagian dari penataan organisasi pemerintahan daerah.
Namun, salah satu mutasi yang menjadi perhatian adalah pergeseran jabatan mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sidikalang, Dr. Mey Margareta Sitanggang.
Dalam mutasi tersebut, Dr. Mey tidak lagi menjabat sebagai direktur rumah sakit, melainkan dipindahkan sebagai dokter ahli madya di UPT Puskesmas Pegagan Julu II, Kecamatan Sumbul.
Keputusan itu menimbulkan reaksi dari sejumlah pihak, termasuk pemerhati kesehatan di Kabupaten Dairi. Mereka menilai pemindahan jabatan tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Salah satu pemerhati kesehatan, Edis Siburian, mengaku kecewa dengan keputusan mutasi tersebut. Ia menilai selama menjabat sebagai direktur, Dr. Mey telah memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan rumah sakit daerah.
Menurutnya, selama kurang lebih dua tahun dua bulan memimpin RSUD Sidikalang, berbagai pembenahan telah dilakukan, mulai dari perbaikan manajemen hingga peningkatan pelayanan kesehatan.
Baca Juga : https://www.patriotbelanegara.com/transparansi-pt-sinar-sosro-disorot-soal-amdal/
Selain itu, sejumlah perubahan juga terlihat dari sisi kebersihan, tata kelola rumah sakit, serta pembangunan fasilitas pendukung pelayanan medis.
Bahkan, kata Edis, pada masa kepemimpinan Dr. Mey, RSUD Sidikalang juga berhasil meraih beberapa penghargaan yang menunjukkan adanya peningkatan kinerja institusi.
Oleh karena itu, ia mempertanyakan alasan di balik pergantian jabatan tersebut. Menurutnya, pengalaman dan kompetensi Dr. Mey seharusnya masih dapat dimanfaatkan di lingkungan rumah sakit daerah.
Edis berharap Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) dapat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
Ia juga meminta agar Dr. Mey dapat difungsionalkan kembali di RSUD Sidikalang sehingga keahlian dan pengalaman yang dimiliki tetap dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Dr. Mey Margareta Sitanggang mengaku merasa kecewa atas keputusan mutasi yang diterimanya.
Ia menyampaikan bahwa penempatan tugas baru yang jauh dari tempat tinggal keluarga menjadi salah satu pertimbangan yang memberatkan baginya.
Selain jarak yang cukup jauh, ia juga menilai kondisi perjalanan menuju lokasi tugas baru memiliki risiko yang cukup tinggi.
Meski demikian, Dr. Mey menegaskan bahwa selama ini jabatan yang diembannya merupakan amanah dari pimpinan dan ia tetap menghormati keputusan yang diambil oleh pemerintah daerah.
Ia pun berharap kepada Bupati Dairi melalui BKSDM agar dapat mempertimbangkan untuk menempatkannya kembali secara fungsional di RSUD Sidikalang.
Sementara itu, jabatan Direktur RSUD Sidikalang saat ini dipercayakan kepada Dr. Benny Christoni Purba yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Pegagan Julu II, Kecamatan Sumbul.
Baca artikel menarik lainnya dari
patriotbelanegara.com di GOOGLE NEWS.











