Example 728x250
EkonomiHukumKebijakan PublikPolitikSosial

Syarikat Islam Medan Desak Evaluasi Total Pertamina Sumut

×

Syarikat Islam Medan Desak Evaluasi Total Pertamina Sumut

Sebarkan artikel ini

MEDAN – BelaNegaraNews| Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa pekan terakhir mulai memicu dampak domino yang serius. Antrean kendaraan roda dua, tiga, hingga roda empat mengular panjang di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Syarikat Islam (SI) Kota Medan. Mereka menilai, krisis bahan bakar yang berlarut-larut ini tidak hanya menguras waktu warga di jalanan, tetapi juga menjadi sumbu pendek yang memicu lonjakan biaya ekonomi secara masif di daerah.

Antrean Mengular dan Efek Domino ke Ekonomi

Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan panjang di sekitar SPBU kini menjadi pemandangan sehari-hari. Banyak pelaku usaha mikro dan pengemudi angkutan umum terpaksa kehilangan jam kerja produktif mereka hanya demi mendapatkan beberapa liter BBM.

Setiap menit yang terbuang di antrean SPBU adalah kerugian ekonomi nyata bagi masyarakat kecil, ujar warga setempat kepada awak media.

Ketua DPC Syarikat Islam Kota Medan, Adep Prabudi, SE, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas realitas kelangkaan ini. Menurutnya, tersendatnya pasokan BBM di Sumut berdampak langsung pada meroketnya biaya logistik barang dan jasa. Jika dibiarkan, hal ini dikhawatirkan akan memicu inflasi daerah yang sulit dikendalikan.

Pemerintah Pusat Didesak Segera Turun Tangan

Melihat situasi yang kian genting, Syarikat Islam Kota Medan mengambil sikap tegas. Adep Prabudi secara terbuka meminta Pemerintah Pusat untuk segera turun tangan dan tidak tinggal diam melihat penderitaan masyarakat di Sumatera Utara.

Secara khusus, pihak Syarikat Islam mendesak agar segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pertamina selaku operator tunggal penyaluran BBM di wilayah tersebut.

Tuntutan Utamanya: Audit transparansi distribusi kuota BBM untuk wilayah Sumatera Utara.

Fokus Masalahnya: Mengurai titik sumbat pasokan yang menyebabkan kelangkaan di tingkat pengecer.

Dampak Riilnya: Mencegah penurunan daya beli masyarakat akibat biaya hidup yang kian mencekik.

Langkah cepat dan taktis dari Kementerian BUMN serta jajaran direksi Pertamina sangat dinantikan. Syarikat Islam menegaskan bahwa ketahanan energi di daerah adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *