Example 728x250
Hukum

Pekerja KDMP Bener Meriah Diduga Diintimidasi Oknum TNI

×

Pekerja KDMP Bener Meriah Diduga Diintimidasi Oknum TNI

Sebarkan artikel ini

BENER MERIAH – BelaNegaraNews| Nasib pilu menimpa sejumlah pekerja bangunan di proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berlokasi di Desa Datu Beru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Alih-alih mendapatkan hak upah yang layak, para pekerja dari kota medan ini justru mengaku mendapat tindakan intimidasi dan kekerasan fisik, hingga penahanan upah kerja oleh oknum yang diduga merupakan anggota TNI.

Peristiwa ini bermula saat Susanto, seorang kepala pekerja, diminta kembali ke lokasi proyek oleh Sersan Dua (Serda) Agus Suhendri pada awal Juni 2026. Meski sempat meminta waktu karena urusan operasi rumah sakit anaknya di Medan baru saja selesai, Susanto akhirnya berangkat dengan tujuh orang setelah ongkos jalan ditransfer.

Lokasi intimidasi di proyek KDMP Desa Datu Beru kecamatan timang gajah kabupaten bener meriah.

Sampai di lokasi, para buruh langsung digenjot bekerja keras, bahkan diminta melakukan lembur hingga pukul 23.00 WIB pada hari Jumat dan Sabtu. Namun, masalah muncul saat hari pencairan upah atau gajian tiba.

Kami meminta kejelasan gaji mingguan dan lembur kepada Sersan Satu (Sertu Indra Riadi) selaku keuangan proyek. Namun, kami hanya diberikan uang pinjaman sebesar Rp3.000.000 untuk dibagi delapan orang. Jika dihitung, satu orang hanya dapat sekitar Rp400.000, padahal kami sudah lembur dua hari, ujar Susanto membeberkan kronologis kejadian.

Ketegangan memuncak pada Minggu, 7 Juni 2026, saat para pekerja melayangkan protes atas minimnya upah tersebut demi menghidupi keluarga mereka di kampung halaman. Bukannya mendapat solusi, Susanto dan para pekerja justru mendapatkan hardikan, makian, hingga ancaman fisik dari oknum Sertu Indra Riadi dan Serda Agus Suhendri.

Intimidasi tidak berhenti di situ, seorang pekerja berinisial Wanda alias Kliwon, dipukul (dijitak/ditendang) dan ponselnya dirampas paksa karena berusaha merekam aksi kekerasan tersebut.

Tak lama berselang, seorang sopir truk yang merupakan rekan dari Sertu Indra dan Serda Hendrik juga ikut mengancam pekerja menggunakan tuas besi roda truk.

Kami sangat menyayangkan tindakan oknum-oknum tersebut. Sikap mereka sama sekali tidak mencerminkan pelindung rakyat, sesal Susanto.

Ia juga menambahkan bahwa pekerjaan meratakan timbunan sebanyak 35 truk untuk proyek tersebut hingga kini sama sekali belum dibayarkan.

Selain masalah upah dan ketidakjelasan hak, para pekerja mengeluhkan buruknya manajemen logistik proyek yang dikelola oleh pihak ketiga.

Pasokan bahan bangunan seperti semen, batako, dan besi kerap terlambat berhari-hari sehingga menghambat target capaian kerja buruh di lapangan.

Atas peristiwa ini, para pekerja secara resmi bermohon kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan (menhan) Menteri Koperasi (Menkop) Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda, Komandan Kodim (Dandim) 0119/Bener Meriah dan Komandan Rayon Militer (Dan Ramil) Timang Gajah serta seluruh pihak terkait agar segera turun tangan menindak tegas anggotanya yang diduga menyalahgunakan wewenang dan melakukan intimidasi terhadap warga sipil.

Para pekerja berharap program strategis presiden dapat dievaluasi hingga tingkat pelaksana dibawah.

Hingga berita ini diturunkan, para pekerja telah kembali ke Medan dengan kecewa mendalam dan berharap keadilan atas keringat mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *