Medan-BelaNegaraNews| Setiap insan memiliki alur perjalanan hidup yang dipenuhi liku dan dinamika. Begitu pula dengan rekam jejak karier yang ditempuh Andes Radytya, sebuah perjalanan yang kini bermuara pada pengabdian penuh di dunia hukum demi masyarakat luas.
Nama Andes Radytya sebetulnya sudah tidak asing di panggung seni peran nasional. Publik tentu mengenal sosoknya saat mengadu akting sebagai pemeran tokoh Jagat Satria dalam sinetron kolosal legendaris Angling Dharma yang sempat menjadi primadona pemirsa Indosiar.
Tidak berhenti di panggung hiburan, Andes terus mengeksplorasi potensi dirinya. Berbagai judul film kolosal lainnya turut melengkapi rekam jejak aktingnya di layar kaca, membuktikan dedikasi serta totalitas yang tinggi dalam berkarya.
Hasrat untuk memberikan pengabdian nyata kepada masyarakat kemudian membawanya menjajaki ranah politik. Pada tahun 2019, Andes memberanikan diri mencalonkan diri sebagai anggota parlemen untuk menyuarakan aspirasi publik.
Pengalaman hidupnya kian kaya ketika ia memutuskan untuk terjun ke dunia profesional sebagai pekerja di perusahaan swasta. Gemblengan dunia kerja tersebut membentuk mentalitas yang tangguh dalam menghadapi berbagai situasi industri.
Tak puas hanya menjadi pekerja, jiwa wirausaha Andes mendorongnya untuk membangun usaha sendiri. Saat ini, ia dikenal luas sebagai pemilik (owner) dari usaha perawatan kendaraan ternama, Synacarwashmedan.
Kendati telah mencicipi panggung akting, dinamika politik, karier swasta, hingga kesuksesan berwirausaha, Andes merasa semua itu belum cukup. Ia menyadari tantangan zaman serta perubahan kultur masyarakat menuntut kontribusi yang lebih spesifik dan mendasar.
Dorongan kuat untuk mendalami dan menegakkan hukum menjadi tekad bulat yang terus ia perjuangkan. Bagi Andes, profesi di bidang hukum adalah sarana terbaik agar keberadaannya membawa manfaat nyata bagi keluarga serta masyarakat.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis pada Rabu (12/8/2026). Bertempat di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Medan, Andes Radytya secara resmi diambil sumpahnya dan sah menyandang gelar sebagai seorang advokat.
Suasana haru dan bahagia tampak jelas terpancar dari wajah Andes saat ditemui awak media usai prosesi pengambilan sumpah. Ia menuturkan rasa syukurnya atas pencapaian cita-cita yang telah lama ia impikan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Andes menegaskan komitmennya untuk selalu menjunjung tinggi profesi dan sumpah advokat. Nilai-nilai keadilan akan menjadi pijakan utamanya dalam menjalankan tugas pengabdian hukum ke depan.
Dedikasi ini juga menjadi wujud penunaian amanah almarhumah ibundanya. Almarhumah berpesan agar ia selalu bekerja dengan baik, menghormati sesama, “memanusiakan manusia”, serta menjadi advokat yang berintegritas tinggi.
Menutup perbincangannya dengan awak media, Andes menyampaikan komitmen keteguhan sikapnya dalam menegakkan keadilan tanpa pandang bulu di hadapan hukum.
“Sekalipun langit akan runtuh, meskipun langit akan musnah, keadilan harus tetap ditegakkan (equality before the law). Semua orang sama di depan hukum,” tegas Andes penuh keyakinan.







