(MEDAN, Patriotbelanegara.com) – Saat ini, Ketua Relawan Kesehatan Indonesia Provinsi Sumatra Utara resmi bersuara. IKORIANSYAH menyoroti kabar mengejutkan mengenai Wali Kota Medan. Sang wali kota memilih menjalani perjalanan medis menyilang benua. Tentu saja, Pengobatan Rico Waas ke Luar Negeri menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Apakah fasilitas kesehatan di Provinsi Sumatra Utara amat buruk?
Apakah kualitas SDM medis lokal belum mampu memberikan keyakinan penuh? Mengapa para pejabat daerah sendiri kehilangan kepercayaan terhadap medis lokal? “Ini sungguh memicu tanda tanya yang sangat besar,” ujar IKORIANSYAH tegas. Beliau menyampaikan pandangan kritis ini selaku Ketua Wilayah Relawan Kesehatan Indonesia Provinsi Sumatra Utara.
Ironi Pengobatan Rico Waas ke Luar Negeri dan Realitas Fasilitas Daerah
Secara objektif, Sumatra Utara memiliki banyak tenaga kesehatan yang amat kompeten. Kita mengantongi fasilitas rumah sakit besar dan dokter spesialis unggulan. Bahkan, fasilitas kesehatan daerah terus berkembang dengan sangat pesat. Namun, seorang kepala daerah justru memilih berobat ke luar negeri. Akibatnya, publik tentu akan mempertanyakan sejauh mana tingkat kepercayaan pejabat tersebut. Publik meragukan kepercayaan pemerintah terhadap pelayanan kesehatan di daerahnya sendiri. Anda bisa membaca konfirmasi keberangkatan sang wali kota pada portal (https://medan.kompas.com/read/2026/05/18/190417778/disinggung-bobby-rico-waas-berobat-ke-singapura-sebut-sudah-lapor-ke).
Di sisi lain, masyarakat kecil setiap hari harus berjuang ekstra keras. Mereka berjuang keras demi mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Faktanya, tidak sedikit masyarakat miskin yang terus kesulitan membiayai pengobatan. Mereka selalu menghadapi antre panjang dan keterbatasan fasilitas kesehatan. Bahkan, mereka kesulitan mengakses penanganan medis yang memadai sehari-harinya.
Jika pejabat memiliki kemampuan finansial untuk berobat ke luar negeri, lalu bagaimana nasib rakyat? Bagaimana dengan rakyat kecil yang menderita setiap hari? Bahkan, mereka masih mengalami kesulitan besar hanya untuk mendapatkan pelayanan dasar.
Momentum Evaluasi Kritis Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional
Pada titik klimaks ini, pemerintah daerah seharusnya menjadikan persoalan ini bahan evaluasi besar. Pemerintah wajib mengevaluasi sistem pelayanan kesehatan di Sumatra Utara secara total. Evaluasi ini mencakup sisi fasilitas dan pemerataan alat kesehatan. Selain itu, pemerintah harus mengevaluasi kualitas pelayanan dan kesejahteraan tenaga medis.
Selanjutnya, pemerintah harus membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah. Pejabat wajib membuktikan komitmen ini dengan tindakan yang sangat nyata. Tentu saja, komitmen ini bukan hanya sekadar umbar slogan manis belaka. Hal ini sangat sejalan dengan langkah edukasi jaminan kesehatan publik yang pernah kami sajikan.
Oleh karena itu, kami berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata. Sebaliknya, pemerintah juga harus serius memperkuat sektor kesehatan publik. Tujuannya agar seluruh masyarakat tanpa memandang status sosial maupun ekonomi dapat sembuh. Masyarakat berhak memperoleh pelayanan medis yang aman, layak, dan berkualitas di daerah sendiri. Mereka tidak harus mencari rujukan pengobatan ke luar negeri lagi.
Kesimpulannya, kesehatan adalah hak asasi mutlak bagi seluruh rakyat Indonesia. Kesehatan bukanlah fasilitas yang hanya mudah terakses oleh segelintir kelompok elit. Fasilitas ini tidak boleh hanya melayani mereka yang memiliki kekuasaan dan kemampuan ekonomi tinggi. Pada akhirnya, pastikan Anda terus memantau pembaruan informasi dari Bela Negara News setiap saat! Kami akan selalu bertransformasi mengikuti dinamika kebijakan publik terkini untuk mencerdaskan bangsa!












