Oleh: Dj Nasution
(Tim Redaksi Publikasi, Editorial dan Sosial Media)
MEDAN, Bela Negara News (BNN) | Pada hari Senin dini hari, kepolisian sukses membongkar Kasus Narkoba Kepling Medan Barat secara mengejutkan. Aparat Satresnarkoba Polrestabes Medan menggerebek dua kediaman oknum perangkat lingkungan. Tentu saja, operasi senyap ini menyita perhatian seluruh warga Kelurahan Pulo Brayan Kota. Polisi menemukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat tiga ons.
Faktanya, aparat sukses meringkus Kepling 19 yang berinisial MF di lokasi kejadian. Sebaliknya, Kepling 13 justru memilih kabur saat petugas datang menyergap. Saat ini, penyidik kepolisian sedang memeriksa istri Kepling 13 secara sangat intensif. Ironisnya, para perangkat lingkungan ini seharusnya menjadi garda terdepan penjaga keamanan warga. Namun, mereka justru terseret masuk ke dalam lingkaran hitam jaringan pengedar.
Selanjutnya, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdako Medan segera merespons insiden memalukan ini. Rudi Asriandi membenarkan peristiwa penangkapan oknum anak buahnya tersebut. Lurah Pulo Brayan Kota, Rivai Harahap, juga memberikan konfirmasi yang sama kepada media.
Wakil Rakyat Kecam Kasus Narkoba Kepling Medan Barat

Lebih lanjut, peristiwa ini langsung memicu reaksi tajam dari gedung dewan kota. Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, menyuarakan amarahnya secara blak-blakan. Politisi Partai NasDem ini menilai kejadian ini sebagai pukulan telak bagi pemerintah. Ia mengingatkan bahwa wilayah kecamatan tersebut pernah terguncang kasus serupa sebelumnya. Anda bisa meninjau profil resmi sang legislator kritis ini di laman (https://dprd.medan.go.id/anggota/901).
“Ini sungguh memalukan sekaligus menjadi alarm keras bagi pemerintah kota,” ujar Antonius. Menurutnya, ribuan warga sudah lama menyampaikan keluhan terkait maraknya peredaran gelap ini. Warga menyampaikan keresahan tersebut saat ia menggelar acara reses beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, ia mendesak Inspektorat segera memeriksa seluruh perangkat kelurahan. Ia juga mendorong pelaksanaan tes urine massal bagi seluruh ASN dan kepling.
Ketua DPRD Soroti Lemahnya Tata Kelola Pemerintahan
Pada titik klimaks ini, sorotan lebih pedas meluncur dari pucuk pimpinan dewan. Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, menuding pejabat kecamatan sangat lalai. Ia menilai camat dan lurah gagal mengawasi wilayah tugas mereka sendiri. Anda dapat menelusuri komitmen kolaborasi beliau membangun pemerintahan akuntabel melalui rilis resmi (https://dprd.medan.go.id/berita/wong-chun-sen-dprd-kota-medan-siap-berkolaborasi-dengan-pemerintah-kota-medan-demi-terwujudnya-tata-kelola-pemerintahan-yang-transparan-akuntabel-dan-inovatif).
Bahkan, Wong mengeluhkan buruknya pengelolaan kebersihan sampah di depan rumahnya sendiri. Kondisi lingkungan kumuh jelas menunjukkan lemahnya pengawasan para aparat setempat. Oleh sebab itu, ia meminta Wali Kota Medan segera mengambil tindakan luar biasa. Wali Kota harus mencopot para oknum nakal tersebut dari jabatannya tanpa ampun. Sinergi ketegasan ini amat sejalan dengan semangat penataan wajah kota kita. Silakan cermati keberanian pemerintah pada(https://www.patriotbelanegara.com/kebijakan-wali-kota-medan-solusi-penataan-daging-non-halal/) kami sebelumnya.
Kesimpulannya, peredaran narkoba dan aksi begal wajib kita berantas bersama sekarang juga. Jangan biarkan oknum merusak masa depan gemilang generasi muda bangsa. Mari terus tingkatkan pengawasan lingkungan tempat tinggal kita secara proaktif. Pada akhirnya, pastikan Anda selalu memantau pembaruan terkini dari Bela Negara News. Kami akan terus menyajikan berita Kriminal-Narkoba paling berani untuk Anda!












