Example 728x250
Sosial

Medan Membara: Pabrik Ban Swallow Ludes Dilalap Api

×

Medan Membara: Pabrik Ban Swallow Ludes Dilalap Api

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Medan Membara: Pabrik Ban Swallow Ludes Dilalap Api

Medan – belanegaraindonesianews.com| Langit kawasan Medan Timur berubah mencekam pada Selasa malam (27/1/2026). PT Garuda Mas Perkasa, pabrik yang memproduksi merek ban dan sandal ikonik “Swallow” di Jalan Yos Sudarso, ludes dilalap si jago merah.

Kronologi Kejadian

Api mulai terlihat membumbung tinggi dari area produksi sekitar pukul 22.00 WIB. Karakteristik pabrik yang menyimpan material karet kering serta bahan kimia cair membuat api merambat dalam hitungan menit. Hingga tengah malam, kobaran api masih merah menyala, menciptakan kolom asap hitam pekat yang menyelimuti pemukiman sekitar lokasi kejadian.

Kendala Pemadaman

Petugas pemadam kebakaran Kota Medan yang tiba di lokasi harus berjuang ekstra keras. Kandungan zat kimia berbahaya di dalam gedung tidak hanya mempercepat pembakaran, tetapi juga menimbulkan risiko ledakan yang membuat petugas harus menjaga jarak aman. Kendala lainnya masyarakat yang berjubel menonton dan membuat konten untuk media sosial nya masing-masing.

Api sangat cepat menjalar karena isi pabrik mayoritas bahan mudah terbakar. Kami masih berupaya melakukan penyekatan agar api tidak merembet ke pemukiman warga, ujar salah satu petugas di lapangan.

Korban dan Kerugian

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Namun, seluruh bangunan utama pabrik beserta aset mesin dan stok barang dipastikan hangus terbakar. Penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri, mengingat penyelidikan resmi baru akan dilakukan oleh pihak kepolisian setelah proses pendinginan (cooling down) selesai.

Tim Labfor baru bisa masuk setelah api benar-benar padam dan suhu lokasi stabil. Fokus utama kami saat ini adalah lokalisir agar tidak ada perambatan ke rumah warga, ungkap salah satu petugas di lapangan.

Status Korban dan Kerugian

Beruntung, laporan sementara menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, mengingat jam operasional produksi sebagian besar karyawan sudah berakhir. Meski demikian, kerugian material diprediksi mencapai miliaran rupiah, mencakup mesin-mesin produksi canggih dan stok barang siap kirim yang kini hanya menjadi abu.

(Patriot 260.82)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *