Jakarta-BelaNegaraNews| Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai situasi dunia yang saat ini penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan ancaman krisis ekonomi global. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menegaskan bahwa tantangan besar ini justru membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dan ketahanan nasional melalui pemanfaatan kekayaan alam yang dimiliki, terutama dalam menghadapi krisis dunia yang terus membayangi.
Krisis Dunia Sebagai Ujian dan Peluang Bangkit
Menurut Prabowo, kondisi dunia yang penuh gejolak merupakan ujian sekaligus batu loncatan bagi bangsa Indonesia. Ia percaya bahwa bangsa ini memiliki potensi besar dari segi sumber daya alam, yang jika dimanfaatkan secara optimal, dapat membantu Indonesia keluar dari tekanan ekonomi dan politik global. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia adalah keunggulan kompetitif yang harus dioptimalkan dalam menghadapi krisis dunia yang sedang berlangsung.
Menurut Prabowo, kondisi dunia yang penuh gejolak merupakan ujian sekaligus batu loncatan bagi bangsa Indonesia. Ia percaya bahwa bangsa ini memiliki potensi besar dari segi sumber daya alam, yang jika dimanfaatkan secara optimal, dapat membantu Indonesia keluar dari tekanan ekonomi dan politik global. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia adalah keunggulan kompetitif yang harus dioptimalkan.
Dalam pidatonya di acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Prabowo menyebut bahwa krisis dunia saat ini adalah “blessing in disguise” atau berkah tersembunyi. Ia menambahkan bahwa tantangan ini memacu bangsa untuk mempercepat langkah dalam mewujudkan berbagai niat baik, termasuk program percepatan pembangunan nasional, agar Indonesia mampu bangkit dari krisis dunia yang melanda.
Prabowo juga mengingatkan bahwa krisis dunia mendorong Indonesia untuk mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa kedua aspek ini sangat vital untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan bangsa di tengah ketidakpastian dunia. Indonesia, menurutnya, harus mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya agar tidak terpengaruh oleh gejolak krisis dunia yang berkepanjangan.
Baca Juga : https://www.patriotbelanegara.com/juara-ramadhan-cup-2-kbni-sosro-unite-fc-cetak-sejarah-baru/
Dalam bidang pangan, Indonesia telah mencapai swasembada beras dan kini berupaya mewujudkan swasembada jagung serta bahan pangan strategis lainnya. Prabowo menyatakan bahwa langkah ini penting agar bangsa tidak bergantung pada impor dan dapat menghadapi krisis dengan lebih percaya diri. Ia optimistis bahwa target swasembada energi juga dapat tercapai dalam waktu empat tahun ke depan.
Prabowo mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan sebagai solusi utama mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor BBM. Ia menyoroti potensi besar dari kelapa sawit dan singkong, yang dapat diolah menjadi bahan bakar pengganti BBM. Saat ini, Indonesia sudah berhasil berhenti impor solar berkat pengembangan biodiesel dari kelapa sawit.
Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan lain seperti panas bumi dan tenaga surya. Ia menyebut bahwa potensi geothermal terbesar kedua di dunia ini belum sepenuhnya dieksploitasi, sehingga masih ada peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Ia pun menginstruksikan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt (GW).
Target pengembangan PLTS ini, menurut Prabowo, merupakan langkah strategis untuk memastikan Indonesia memiliki pasokan energi yang cukup dan berkelanjutan. Ia yakin bahwa dengan teknologi yang ada, Indonesia mampu mencapai target tersebut dalam waktu yang telah ditentukan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor bahan bakar.
Prabowo juga menegaskan bahwa keberhasilan dalam mempercepat swasembada pangan dan energi akan menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan nasional. Ia menambahkan bahwa inovasi dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak harus terus didorong agar bangsa ini mampu bertahan dari ancaman krisis global.
Selain aspek energi dan pangan, Prabowo menekankan pentingnya pembangunan industri berbasis energi terbarukan dan teknologi hijau. Ia menyebut bahwa Indonesia harus mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing ekonomi melalui inovasi dalam sektor energi bersih dan berkelanjutan.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, Prabowo mengajak seluruh rakyat dan pemangku kepentingan untuk bersatu dan berkomitmen dalam mewujudkan visi nasional. Ia percaya bahwa dengan semangat gotong royong dan pemanfaatan kekayaan alam secara optimal, Indonesia dapat keluar dari krisis dan menjadi bangsa yang lebih kuat dan mandiri.
Akhir kata, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa krisis dunia bukanlah akhir dari segalanya, melainkan peluang emas untuk memperkuat fondasi bangsa. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus terus berinovasi dan beradaptasi agar mampu menghadapi tantangan global serta memastikan kesejahteraan rakyatnya di masa depan.
Baca artikel menarik lainnya dari
patriotbelanegara.com di GOOGLE NEWS.










