Example 728x250
ReligiSafari RamadhanSosial

LAZNAS SYARIKAT ISLAM RAMADHAN INI: Berjuang Menyembuhkan Luka Hati Anak-Anak Penderita Kanker dan Penyakit Langka – Kisah Ade Nova, Alif, Razan, dan Zafir yang Mengiris Hati

×

LAZNAS SYARIKAT ISLAM RAMADHAN INI: Berjuang Menyembuhkan Luka Hati Anak-Anak Penderita Kanker dan Penyakit Langka – Kisah Ade Nova, Alif, Razan, dan Zafir yang Mengiris Hati

Sebarkan artikel ini
LAZNAS syarikat islam ramadhan ini berjuang menyembuhkan luka hati anak penderita kanker
Penyaluran donasi kursi roda dan biaya medis oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Syarikat Islam berhasil mengukir senyum di wajah malaikat kecil

JAKARTA, Bela Negara News (BNN) | Di tengah hiruk-pikuk bulan penuh berkah ini, LAZNAS Syarikat Islam Ramadhan Ini memecah keheningan. Lembaga Amil Zakat Nasional ini mengalihkan seluruh perhatiannya. Mereka berjuang keras menyelamatkan senyum anak-anak yang sedang melawan maut. Tahun ini, Program Umar memfokuskan bantuan kepada anak-anak penderita kanker stadium lanjut. Mereka juga merangkul tulus para pejuang penyakit langka.

Faktanya, hari-hari anak tersebut sama sekali tidak berisi suka cita puasa. Sebaliknya, mereka merasakan derita tak terbayangkan di balik dinding rumah sakit. Tentu saja, program mulia ini terinspirasi oleh teladan Sahabat Rasulullah SAW. Selain itu, inisiatif ini meniru langkah guru kita bersama Haji Umar Said Cokroaminoto. Sang pahlawan sangat gemar menyapa masyarakat lemah dari pintu ke pintu.

Kisah Pilu Perhatian LAZNAS Syarikat Islam Ramadhan Ini

Bayangkan saja nasib pilu Ade Nova, gadis penderita Cerebral Palsy berusia 10 tahun. Alhamdulillah, ia kini akhirnya bisa bergerak sangat bebas. Ia baru saja mendapat kursi roda khusus dari lembaga zakat ini. “Anak saya ingin bermain ceria seperti anak lain,” cerita Ibu Ade Nova. Air matanya berkaca-kaca saat menerima bantuan di pelosok desa Kabupaten Bekasi. “Sayangnya, kakinya sama sekali tak mau mendengar,” lanjutnya pilu.

Lalu, ada pula kisah Adek Alif yang juga berumur 10 tahun. Ia wajib menjalani rutinitas cuci darah dua kali seminggu. Penyakit gagal ginjal kronis sungguh merampas kebebasannya. “Abang, ginjal saya memang sudah rusak,” katanya sangat lirih. “Namun, hati saya masih sangat ingin berbagi takjil,” tambahnya haru. Ia mengucapkan itu sambil memeluk pampers hadiah donatur di kasur RSCM Jakarta.

Tak kalah memilukan, Adek Razan yang baru 3 tahun terus bergulat melawan hidrosefalus. Pembengkakan otak itu merenggut paksa kemampuan bicaranya. Serta Adik Zafir, bocah 5 tahun penderita Sindrom Edward. Kelainan genetik langka ini membuatnya sangat sulit bernapas dan belajar.

Harapan Kemanusiaan LAZNAS Syarikat Islam Ramadhan Ini

“Mereka adalah malaikat kecil yang Tuhan pinjamkan,” ujar Ketua LAZNAS Syarikat Islam. Ustadz David Chalik menyampaikannya dengan suara yang bergetar menahan tangis. “Tuhan sengaja menghadirkan mereka untuk menguji keimanan kita,” tegasnya. Oleh karena itu, aliran zakat dan sedekah umat harus mengalir deras untuk mereka. Anda dapat mengenal lebih dekat program mulia ini melalui(https://laznassyarikatislam.or.id/).

Selain bantuan biaya medis dan obat-obatan, lembaga ini terus berekspansi. Mereka memperluas jangkauan pelayanannya ke sejumlah lembaga pendidikan khusus. Sekolah Alam Al-Iklas di Bogor sukses menerima paket pendidikan dan nutrisi. Yayasan Aqobah di Bukit Tinggi juga memperoleh program pendampingan spiritual anak.

“Kami tidak hanya sekadar memberi makan,” tambah Ustadz David Chalik mantap. “Kami hadir untuk menyalakan kembali harapan mereka,” imbuhnya. Biarlah momen ibadah puasa ini menjadi titik balik bagi mereka.

Pada titik klimaks ini, kepedulian sosial adalah pilar utama kemanusiaan bangsa. Solidaritas semacam ini sangat senada dengan semangat pengabdian sosial wakil rakyat kita. Anda bisa menyimak aksi nyata pejabat membela rakyat di ulasan sebelumnya. Hingga kini, lembaga telah menyalurkan total bantuan senilai 134 juta rupiah. Namun, mereka pastinya masih membutuhkan dana yang jauh lebih besar lagi.

“Setiap keping rupiah zakat Anda bisa menyelamatkan nyawa,” ajak Ustadz David. “Jangan pernah biarkan cerita sedih ini berakhir tragis,” pesannya kepada seluruh umat. Kesimpulannya, redaksi kami akan terus bertransformasi mengawal bakti sosial ini. Pada akhirnya, pastikan Anda tetap memantau update dari Bela Negara News. Kami akan selalu menghadirkan ragam berita sosial paling inspiratif untuk Anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *