Example 728x250
PolitikSosial

Mengapa Rumus ‘Andar-Plus’ Jadi Hegemoni Golkar Sumut 2029?

×

Mengapa Rumus ‘Andar-Plus’ Jadi Hegemoni Golkar Sumut 2029?

Sebarkan artikel ini

Ultimatum untuk Slipi

Ditulis Oleh: Dr. Suheri Harahap, M.Si

(Sosiolog Politik & Akademisi UIN Sumatera Utara)

Medan – BelaNegaraNews| Tabuhan genderang Musda XI Golkar di Sumatera Utara memang telah usai. Terpilihnya Andar Amin Harahap secara aklamasi mencatatkan kemenangan demokrasi prosedural yang mulus. Namun, di balik layar, sebuah tantangan substansial baru saja dimulai.

Sebagai akademisi yang membedah anatomi politik Sumatera Utara melalui lensa sosiologis, saya mengirimkan sinyal peringatan keras (early warning system) ke pusat komando di Slipi. Pesannya jelas: Kesalahan memilih Sekretaris DPD adalah awal dari keruntuhan target 2029.

Bahlil di Persimpangan Jalan:

Data vs Ilusi

Ketua Umum Bahlil Lahadalia, dengan visi besar yang sering ia narasi kan, kini berada di persimpangan krusial. Jika DPP Golkar salah menempatkan figur Sekretaris untuk mendampingi Andar, maka target kemenangan 2029 hanyalah akan menjadi ilusi statistik di atas kertas.

Berdasarkan analisis Big Data elektoral dan pemetaan sosiologi pasca-Musda, sains politik menunjuk pada satu kesimpulan tak terbantahkan: Sekretaris DPD Golkar Sumut wajib berasal dari klaster ‘Segitiga Emas’. Memilih nama di luar daftar ini bukan sekadar perjudian, melainkan “bunuh diri politik”.

Analisis 3 Pilar: Mengapa Mereka?

Mengapa rumus ini menjadi harga mati? Mari kita bicara melalui data, bukan sekadar sentimen politik.

1. Aksioma Komplementer Wilayah: Efek Erni Ariyanti Sitorus

Andar Amin Harahap adalah “Raja” dari Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Namun, Sumut adalah rimba politik yang luas. Data KPU menunjukkan lumbung suara terbesar terkonsentrasi di Pantai Timur.

Keunggulan: Erni Ariyanti Sitorus bukan sekadar representasi perempuan. Dengan 114.492 suara sah, ia adalah fenomena elektoral.

Dampak: Mengabaikan Erni berarti membuang potensi logistik dan basis massa riil. Secara scientific vote-getting, kehadirannya mampu menjamin kenaikan kursi hingga 20%.

2. Memori Institusional: Keahlian Teknokratis Rolel Harahap

Partai modern membutuhkan teknokrat, bukan sekadar orator. Rolel Harahap adalah “Ensiklopedia Berjalan” bagi Golkar Sumut.

Rekam Jejak: Mantan Wakil Wali Kota Tanjungbalai dan pimpinan KNPI Sumut ini membawa stabilitas birokrasi yang tak ternilai.

Dampak: Saat Andar disibukkan dengan agenda nasional di Jakarta, Rolel adalah garansi bahwa mesin partai di daerah tetap menyala dan terlumasi dengan baik selama 24 jam.

3. Mastermind System: Visi Sinar-X Irham Buana Nasution

Dalam pertempuran politik “senyap”, Irham Buana Nasution adalah ahlinya.

Kekuatan: Pengalaman memimpin KPU memberinya kemampuan membaca potensi kecurangan dan celah regulasi. Sementara latar belakang LBH memberinya taring dalam advokasi hukum.

Dampak: Menjadikan Irham sebagai Sekretaris sama dengan memasang “Sistem Anti-Rudal”. Administrasi rapi, sengketa teratasi, dan strategi pemilu menjadi sangat taktis.

Kesimpulan: Formula Dominasi Mutlak

Bahlil Lahadalia dikenal sebagai pemimpin pragmatis yang menghargai kinerja dan data. Hari ini, data tersebut sudah tersaji di meja kerja Anda. Memaksakan figur “titipan” yang tidak berakar (rootless) atau tidak kompatibel dengan karakter Andar hanya akan menciptakan disharmoni elit dan apatisme di tingkat akar rumput.

Rumus Matematika Politiknya Sederhana:

Andar + (Erni – Rolel – Irham) = Dominasi Mutlak 2029.

Di luar rumus tersebut, Golkar Sumut harus bersiap menghadapi stagnasi. Slipi harus memilih: menjaga hegemoni atau membiarkan momentum ini menguap begitu saja.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *