Example 728x250
Cinta Tanah Air

Mayor Yuliana Pimpin Patroli Perbatasan

×

Mayor Yuliana Pimpin Patroli Perbatasan

Sebarkan artikel ini
Mayor Yuliana
Mayor Yuliana, Danramil Wanita Pertama Pimpin Patroli Perbatasan. Foto: Ist.

Keerom – BelaNegaraNews| Sejarah baru kembali ditorehkan oleh prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) di tanah Papua. Mayor Chk (K) Yuliana Rosario Yoku, S.H., yang menjabat sebagai Komandan Koramil (Danramil) 1701-04/Arso, menjadi perwira wanita pertama yang memimpin langsung patroli pengecekan patok perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Papua Nugini (RI–PNG).

Aksi heroik ini membuktikan bahwa dedikasi dan ketangguhan prajurit perempuan TNI AD tidak kalah dengan prajurit pria, bahkan saat dihadapkan pada medan ekstrem di ujung timur nusantara.

Mayor Yuliana: Semangat di Tengah Hutan Perbatasan

Patroli yang berlangsung di wilayah Kampung Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom ini bukan sekadar perjalanan biasa. Bersama sembilan personel Koramil Arso dan dukungan dari Satgas Pamtas Para Raider 432/WSJ di bawah pimpinan Lettu Inf Daud Sampe, Mayor Yuliana harus menembus hutan tropis yang lebat.

Rombongan menempuh perjalanan kaki selama empat jam melewati rintangan alam yang menantang demi mencapai sasaran patok perbatasan MM 2.3. Kehadiran Mayor Yuliana di garda terdepan menjadi suntikan semangat bagi para personel di lapangan.

Patroli patok perbatasan sangat penting untuk memastikan batas negara tetap utuh, tidak bergeser, dan tidak hilang. Ini adalah simbol kedaulatan NKRI yang harus dijaga dengan segenap jiwa, tegas Mayor Yuliana saat ditemui di sela-sela kegiatannya.

Baca Juga : https://www.patriotbelanegara.com/kbni-dan-tni-sisir-sarang-narkoba-di-medan/

Pendekatan Humanis dengan Masyarakat Adat

Selain melakukan fungsi pengamanan, Mayor Yuliana juga menunjukkan sisi humanis seorang prajurit teritorial. Usai melakukan pengecekan fisik patok, ia mengunjungi warga di Kampung Skofro, yang merupakan kampung terakhir di tapal batas Indonesia.

Kehadirannya disambut hangat oleh Ondoafi Yakob Kamar, tokoh adat setempat. Yakob menyatakan rasa bangganya melihat seorang pemimpin wanita TNI AD yang berani terjun langsung ke wilayah yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi. Sinergi antara TNI dan masyarakat adat ini menjadi kunci utama stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.

Komitmen Netralitas TNI dan Keamanan Wilayah

Sebagai Danramil, tanggung jawab Mayor Yuliana tidak hanya terbatas pada kedaulatan fisik perbatasan, tetapi juga stabilitas sosial di wilayah Arso. Terkait dinamika politik lokal, ia menegaskan komitmen seluruh prajuritnya untuk menjaga Netralitas TNI.

Peran Koramil adalah mem-back-up pihak kepolisian demi terselenggaranya Pilkada yang aman, jujur, dan adil. Kami pastikan tidak ada keterlibatan politik praktis dari anggota di lapangan, pungkasnya.

Prestasi Mayor Yuliana di Kodim 1701/Jayapura, berdampingan dengan Lettu Caj (K) Hagar Haryani Samon di Abepura, menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan perempuan di TNI AD kini semakin krusial dalam menjaga kedaulatan bangsa di medan tersulit sekalipun.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
patriotbelanegara.com di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *