Ikan Kembung Langka, KBNI Angkat Bicara
Medan – belanegaraindonesianews.com|(25/1/2026) Kelangkaan bahan baku ikan kembung mulai menghantam denyut ekonomi rakyat di kawasan Pulo Brayan, Kota Medan. Para pedagang mengaku kesulitan memperoleh pasokan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga omzet menurun drastis dan keberlangsungan usaha terancam.
Ikan kembung yang selama ini menjadi komoditas utama masyarakat “Kampung Kembung” kini semakin sulit ditemukan. Akibatnya, harga di tingkat pedagang melonjak, sementara pembeli kian sepi karena daya beli tidak sebanding dengan kenaikan harga.
Tokoh Pendiri Kampung Kembung, Benny Andhika, ST yang juga menjabat sebagai Kepala Staf IV Logistik dan Keuangan MAKOWIL I/HA Korps Bela Negara Indonesia, menyuarakan keresahan tersebut, Ia menegaskan bahwa kondisi ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.
Kami menyampaikan langsung keluhan ini kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Kelautan dan Perikanan. Situasi di lapangan, khususnya di Sumatera Utara dan Kota Medan, sangat berdampak bagi pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari ikan kembung, ujar Benny di Markas Komando Korps Bela Negara Indonesia Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, kelangkaan pasokan bukan sekadar persoalan dagang, tetapi menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak pedagang harian yang terpaksa mengurangi aktivitas, bahkan ada yang tidak berjualan karena ketiadaan stok.
Tanpa bahan baku, pedagang kehilangan penghasilan. Ini bukan hanya soal omzet turun, tapi juga ancaman terhadap mata pencaharian warga, tegasnya.
Benny mendesak pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan dengan langkah konkret. Ia meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalur distribusi, kondisi perikanan, serta kemungkinan adanya hambatan di tingkat pemasok.
Beberapa poin yang diharapkan menjadi perhatian pemerintah antara lain pemeriksaan rantai pasok dari nelayan hingga pasar, stabilisasi ketersediaan stok dengan harga terjangkau, serta pemberian atensi khusus agar ekosistem ekonomi di Kampung Kembung tidak mengalami kemunduran.
Kami berharap pemerintah menjadikan persoalan ini sebagai prioritas. Jangan sampai masyarakat kecil terus menjadi korban akibat kelangkaan bahan baku yang belum jelas penyebabnya, ucap Benny.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang ikan kembung di Pulo Brayan masih menanti intervensi dari dinas terkait guna menormalkan pasokan dan menjaga roda ekonomi rakyat tetap berputar.
(Patriot 261.75)











